Selasa, 10 September 2013

beri aku cahaya

ah...
bukuku melaju
menembus batas ruang dan waktu
mata yang terbata melihat tarian dalam bukunya
aku masuk ke dunia
beri aku cahaya

Minggu, 01 September 2013

kelambu hitam

guru
dimanakah engkau?
awan mencarimu
ia tak kuat meneduhkanku
ilmu
dimanakah engkau?
penunjuk jalan tak sanggup lagi kepanasan
ia tak kuat menunjukkannya padaku
ah....
payah...
semua menjadi bayang
tertutup kelambu hitam

langkah-langkah gontai

kemana langkah ini?
langkah-langkah yang berhenti melangkah
langkah yang gontai
menyerah pada debu jalanan
hidup mengembara
hidup dalam angin yang berputar
menjejakkan pikiran didalamnya

awan-awan mendengar

kumpulan awan itu mendengar!
dengar
ada awan yang mendengar
dengar
dengar
sayup-sayupnya
lihat-lihat
sayap-sayapnya
ia sedang bercerita pula
tentang hitam yang menutupinya

Selasa, 08 Januari 2013

freak this thing

the girl whom you loved
set my fire on her
bringing me to life
i don't know before


sang pencari

serigala merah bernafas
mencari lubang kehidupan
datang awan hitam adalah petaka
bagi perut buncit yang isi udara
mereka masih mencari
mencari dan terus mencari
sesuatu yang dicari
dengan segenap tenaga dan mimpi
sehabis itu hanya luka dan benci

kembara yang bertiup

angin yang kembara sedang bertiup
meringkuk dalam dalam
menyibak seluruh gejolak
membakar seluruh kamar
lalu menggelegar ke seluruh dunia
menanti fajar merekah dan kemudian musnah
menanti bulan berganti lalu mati

Minggu, 06 Januari 2013

Dalam Derita Dalam Cerita

seringai mu bagaikan pedang
yang menghujam dalam-dalam
terasa sesak dan penuh derita
seperti menunggu waktu ajal
seperti saat malaikat datang
seperti saat kubuka kenangan buruk
seperti melihat lubang neraka
dan seluruh penghuninya
selama apakah aku akan hidup
dalam derita dalam cerita

Kata Tanya untuk Indonesia

semburat perih kecewa itu menggoreskan kalimat tanya
namun tanya sudah tak berarti apa-apa di bangsa ini
aku bertanya ini
mereka menjawab itu
aku bertanya itu
mereka menjawab siapa
aku bertanya siapa
mereka menjawab bagaimana
aku bertanya bagaimana
mereka menjawab apa
aku bertanya apa
mereka menjawab kenapa
lalu aku harus bertanya apa?
saat semua kata tanya hanyalah berujung kecewa

Jumat, 30 November 2012

angin segara yang jengah

semarak hari ini bagai bentang cinta yang membahana
meniupkan air samudra
tak kuasa menahan luapan asmara
menunggu cerita lalu yang terlalu begitu
akankah aku dimakan masa?
atau aku akan dimakan peliknya cinta?
kehidupan ku semakin jengah
ditengah cara mengungkap kakap
seperti cerita kuno membawa santap
kemudian kalap dan meredup

Sabtu, 25 Agustus 2012

Awan Putih


Awan putih 
tempatku mencurahkan
segala arah
berjalan perlahan
dengan tenang menunggu
perlahan mengarungi waktu
menghilang di balik layar
menatap melihat saat
menembus indahnya pagi
menuju bintang malam menampakkan dirinya

Pengerat

saatnya sawahku kini kujaga ketat
karena sering sekali aku lihat bajingan-bajingan yang tak beradab
merenggut padiku yang mulai masak
hasil keringatku
menjadikannya awut-awutan
bajingan tengik!
pengerat berbagai rupa
berbagai cara
kupergoki kau mengambil milikku-milik kami
langsung terbirit mencari lubang untuk sembunyi
membuat lorong ke luar negeri
mencari celah
kesempatan melarikan diri
dasar pengerat!
kuracun kau baru tahu diri

Cangung

pak
kau sudah tak terlihat canggung dengan cangkul itu
mahir sudah kau
mencungkil rumput liar dari beceknya tanah sawah
tempatmu berbagi dengan tuan mu
padimu
hasil kerja kerasmu sepadu padan dengan aliran sungai keringatmu
tak seberapa tapi puas rasanya
kadang kau harus bergulat dengan hama
pengerat menjengkelkan pengambil harta orang
yang tak canggung
meskipun malu harus ditanggung

Rabu, 22 Agustus 2012

cukong-cukong senayan

aku tak habis pikir pada mereka
yang duduk dengan indahnya di singasana milik rakyatnya
menjualbelikan perkara dan trayek luar biasa
mata-matanya hanyut dalam kubangan hijau
suara-suaranya adalah bahasa-bahasi semata
mengeruk rakyat dengan membabi buta
ah...
sayang sekali
kepercayaanku luntur ditelan cetak biru ku
untuk mengurus apapun milikku
membuatku mengerti
milikku ya miliku
milikmu akan jadi milikku

sesalku

di kolong jembatan ini
aku hidup merana
meratapi hidup yang fana dengan apa adanya
aku menyesal telah pergi ke ibukota
kerja keras menggali asa
tak kulirik, dulu yang ada di desaku
tanah, sawah, dan kebun milik orangtuaku
pasti jadi nasi jika aku mau
di ibukota ini
aku menjerit
mencoba mencari malam dalam siang

yang terlupakan

riuh tepuk tangan itu masih melekat dalam benakku
meniti tangga kemenangan
menelan seluruh sorakan kebanggaan akan diriku
lagu kebangsaan berkumandang dalam sesaknya haru biru
merah-putih berkibar dalam rasa bangga atas keringat anaknya
saat aku mulai layu
termakan waktu terjegal tulang yang membiru
untuk menikmati sesuap nasi dengan keluargaku
ternyata riuh tepuk tangan itu
adalah awal penderitaanku
dalam menyongsong peraduanku
di batas waktu

Sabtu, 18 Agustus 2012

Kenangan Kerinduan

kenangan ini menunggu kawan
menyerang membabi buta
membentuk lingkaran matahari kelabu dalam sejarahku
kawanku memandang indah kehidupan hari itu
menjunjung tinggi harga diri
menggantinya dengan harga tinggi
kesenangan dunia tak lebih berharga
dari kebebasan hakiki untuk dimiliki
dan mengusir mahluk berkulit putih berpostur tinggi
aku menunggu hari itu
hari yang membuat darahku bergejolak
dengan teriakan merdeka di sekelilingku
teriakan yang begitu keras dan bersemangat
maju bersandingkan bambu
menuntut hakikat diri
dari tangan si rakus


---sang benteng timur---